Tugas Simple dan Apresiasi Untuk Coquelin

 Stade Lavallois, FC Lorient, SC Freiburg dan Charlton Athtletic. Itulah, nama-nama mantan club yang pernah dibela oleh Coquelin. Dari tahun 2008 Coquelin sudah bergabung dengan Arsenal. Namun, alasan sering dipinjamkan ke Club lain supaya ia bisa mendapatkan jam terbang yang lebih baik. Perlu diketahui, ketika Coquelin membela SC Freiburg, dia tampil dibawah ekspektasi, sehingga waktu itu dia terancam dipulangkan ke emirates, bahkan menurut survey yang diadakan oleh harian Bild, dia adalah rekrutan terburuk ketiga di bundesliga pada saat itu.

Keterpaksaan

 Solusi yang paling ideal untuk mengatasi krisis cidera pemain inti adalah memanggil pemain muda. Itulah salah satu alasan dipanggilnya Coquelin. Pada musim kemarin khususnya disektor tengah sedang mengalami krisis cidera, pemain pemain seperti Arteta, Rosicky, Wilshere, mereka absen, menyusul cederanya Ramsey. Jadi intinya, ini suatu keterpaksaan dari Wenger untuk memanggil Coquelin. Lagi pula, dia baru lima pekan berada di Charlton sejak dipinjamkan pada tanggal 3 November 2014, eh pada bulan Desember Wenger memanggilnya, kepaksa, kan? Pikir saja secara logika, jika pemain pemain tersebut tidak cidera, apakah Coquelin akan dipanggil? "Aaron mengirim pesan kepada saya dan mengatakan bahwa ia tak bisa bermain, karena itulah saya memanggil Coquelin pulang" ungkap Wenger melaui situs resmi klub (13-12-14). Tetapi, tidak segampang itu, ketika Coquelin dipanggil pulang oleh Wenger faktanya dia sempat marah, seperti yang diungkapkan Wenger melalui situs The Sun "Dia (Coquelin) marah, saat saya memanggilnya pulang, dia pikir saya memanggilnya kembali hanya untuk menjadikannya sebagai ban serep" pungkasnya (04-03-15)

Gaya Bermain Coquelin

 Beberapa orang akan mempunyai pendapat yang berbeda beda ketika diberikan pertanyaan "Bagaimana menurut anda tentang gaya bermain Coquelin?". Robert Pires pernah berpendapat bahwa Coquelin lebih seperti Patrick Viera, lengkapnya "Coquelin adalah pemain bagus, dia benar benar pemain yang penting bagi Wenger, dia lebih bagus secara Defensive. Dia lebih seperti Patrick Viera" Pungkasnya (04-03-15). Ada beberapa orang juga yang berpendapat sama dengan Pires, tidak sedikit mereka mengatakan "Coquelin, The Next Patrick Viera!". Namun, jika penulis gali, tentunya Coquelin masih jauh seperti Patrick Viera.

 Seorang Patrick Viera mempunyai kekuatan fisik, stamina dan ketenangan, tentunya penulis rasa Coquelin tidak mempunyai ketenangan, jika ia punya ketenangan, King Henry, nama julukan Thiery Henry, tidak mungkin mengatakan "Bermainlah dengan otak!" Ketika laga Crystal Palace vs Arsenal, Coquelin bermain dengan emosional, ngotot, untungnya wasit tidak memberikan kartu merah, King Henry berkomentar melalui situs Sky Sports, ia bilang "Di babak ke-2, jika anda sudah mendapatkan kartu kuning, Anda tidak perlu bermain ngotot, Anda harus bermain pintar, bermain menggunakan otak" Ujarnya (12-08-15). Namun untuk catatan, tidak boleh menilai pemain dari satu pertandingan.

 Patrick Viera adalah Defensive Midfielder terbaik, selama berkarir bersama Arsenal, ia mendapatkan 3 gelar Liga Inggris (termasuk Unbeaten) dan 4 piala Fa cup. Bukan hanya ketenangan yang dimiliki oleh Patrick, kualitas passingnya luar biasa, Patrick juga sering membantu Henry dan Bergkamp didekat gawang, tentunya untuk Coquelin jarang, ia hanya bisa mengintercept bola dan lebih fokus untuk diam menjaga pertahanan. Namun, apresiasi untuk dia adalah dengan postur badannya yang tidak terlalu tinggi ia mendapatkan 64% duel udara menurut catatan Squawka. Lumayanlah untuk DMF yang ukuran tinggi badannya 178 cm. Begitulah, opini penulis.

Gelandang Bertahan Terbaik Eropa.

"Secara statistik, angka memperlihatkan Coquelin yang terbaik dalam urusan bertahan di Eropa." Kata Wenger, Wenger melanjutkan pernyataannya "Coquelin menuntaskan pekerjaanya dengan baik" Ujarnya (28-08-15)

 Sebelum Wenger memberikan pernyataan tersebut, ia mendapatkan kritikan yang pedas dari Gary Neville, yang kini menjadi seorang komentator, ia menyoroti Coquelin dan Cazorla, katanya dengan karakter pemain seperti mereka tidak akan dapat memenangi liga. Namun, Wenger membela Coquelin dan menyuruh Neville untuk melihat statistik Coquelin seperti pernyataan diatas.

 Statistik 3 laga awal Coquelin, Jelas? Cukup baik, kan, Neville?


















  Tugas Simple Coquelin

 Berada diposisi Defensive Midfielder sebetulnya bebas, entah itu ingin membantu penyerangan ataupun pertahanan. Namun, melihat situasi Squad yang ada saat ini, memang lebih sepantasanya Coquelin bertugas sebagai pendiam, maksudnya diam di tengah sebagai pembantu pertahanan, berada didepan diposisi Koscielny dan Mertesacker. Karena, untuk penyerangan lebih efektif oleh Cazorla, Ramsey ataupun Ozil. Itung-itungan saja, jika Coquelin out posisi dengan tujuan membantu penyerangan justru akan berbahaya, ketika lawan melakukan Countre Attack, nanti gimana? Tidak ada, kan, pemain yang berani jatuh untuk mentackle lawan selain Coquelin, toh meskipun tackle-nya sedikit kotor.

 Untuk Coquelin, sudah sepantasnya melihat pencapaiannya hingga saat ini, ia wajib diberikan apresiasi oleh seluruh fans Arsenal, toh ia sekarang, kan, bukan ban serep lagi? Orang orang cerdas, merekalah yang bisa memberikan apresiasi lebih untuk anak kemarin sore ini. Tidak salah dengan kutipan Wenger yang satu ini "Apresiasi atas kualitas pemain sekarang berdasarkan berapa uang yang dikeluarkan, seandainya kami dulu membeli Coquelin dengan harga 40 juta pouds, semua orang pasti akan mengatakan "Betapa transfer yang hebat" Sky Sport (20-05-15). Ulangi ""Apresiasi atas kualitas pemain sekarang BERDASARKAN BERAPA UANG YANG DIKELUARKAN".

 Benar atau salah, tugas Coquelin simpel saja, ia tidak usah repot-repot membantu penyerangan. Jika di ibaratkan, Coquelin seperti Police Officer. Itu, kan, panggilan King Henry untuknya? "Saya sebut Coquelin Police Officer karena, ketika ada yang melanggar lampu merah, ia menghentikannya" Ketika ada lawan yang mencoba masuk ke daerahnya, tugas dia adalah: Tackle, kejar, lalu potong bolanya, dan ia lakukan patroli; penjagaan dan pengawalan untuk pertahanannya. Itu saja?

 Namun, tugas Coquelin tidak sesimple itu bukan?