Arsenal 3 - 4 Liverpool: Catatan Awal Musim

Ini adalah yang kedua kalinya saya menggelengkan kepala di awal musim melihat Arsenal kalah di Emirates Stadium. Pertama, dipermalukan West Ham 1 - 2 pada tahun lalu, dan minggu kemarin oleh Liverpool.
Gegenpressing, impelementasi yang menarik di suguhkan oleh Juergen Klopp di pertandingan tersebut. Satu-satunya solusi ideal agar tidak berjalan strategi itu adalah bermain long ball.
Pada babak pertama, Arsenal sukses menghindar, Chambers pemain yang kerap menendang bola jauh ketika si bola mendekati kakinya. Namun sialnya, kesuksesan terhindar dari gegenpressingnya The Reds, tidak berbanding lurus dengan free kick Coutinho di akhir babak pertama.
Arsenal 1 - 1 Liverpool.
Menuju babak kedua, Arsenal benar-benar kewalahan, kepercayaan diri para pemain yang awalnya bermain dari kaki ke kaki kemudian di press oleh pemain Liverpool membuat lini tengah yang dihuni Coquelin dan Elneny agak kendor, padahal di babak pertama, Coquelin bermain impressif. 3 goal disarang Petr Cech dalam kurun waktu yang tidak lama. Duet Rob-Holding dan Calum Chambers, walaupun tidak patut disalahkan sepenuhnya tapi nyatanya mereka berbuat banyak kesalahan, terutama Chambers, mantan pemain Soton itu beberapa kali salah memberikan umpan sedangkan Holding tidak begitu waspada menjaga Coutinho, yang datang tiba-tiba di arah belakangnya. Memang, duet pemain kelahiran Inggris itu untuk pertama kalinya di pasangkan di Premier League. Jadi ada semacam belum serasinya mereka di duetkan, walaupun di frendly match pernah, namun kita tau, sensasi match EPL berbeda, apalagi yang di hadapi adalah club sekelas Liverpool.
Apa boleh buat, kekalahan minggu kemarin sangat terpukul bagi Arsene Wenger. Lengkap, ia juga dihadapkan oleh tumbangnya Aaron Ramsey.
Sebuah catatan yang, saya rasa perlu dibenahi untuk beberapa match kemudian.
1. Koscielny
Lumayan sopan. Mempersilahkan duduk kepada Chambers untuk match berikutnya, bukan apa-apa, ke tidak tenangan dia dalam memainkan si kulit bundar membuat para fans (khususnya saya sendiri) agak khawatir. Ia perlu belajar yang namanya kepercayaan diri saat mengoper bola.
Untuk mengawal musuh dan mengikutinya dari belakang, oke-oke saja. Namun saat rekan-rekannya memberikan bola kepada beliau. Saran saya, lebih baik menonton dan berlatih (lagi).
Mengingat bek tengah Arsenal saat ini, tentu yang perlu di garis bawahi adalah absennya Mertesacker dan si bengal Gabriel Paulista.
Alternatif yang baik, memasangkan Rob-Holding dan Koscielny. Silahkan Anda bayangkan, 2 beck dengan postur tinggi, lumayanlah untuk memenangkan bola atas, bukan. Terlebih kedua pemain ini dalam segi pengawalan dan tackle patut di pertimbangkan oleh Wenger ketimbang dia memasang Chambers.
2. Granit Xhaka
Disini, apa cuma saya, yang lebih setuju memainkan Elneny di babak kedua dari pada starter. Sulit rasanya untuk menahan ketawa sinis saat Xhaka baru bermain 6 menit, melakukan beberapa pelanggaran dan satu kartu kuning (mungkin beberapa fans tidak setuju memainkan Xhaka di awal pertandingan, kemudian berani mengatakan, hah pemain "medioker")
Mari kita tengok di friendly match, jika pemain anyar itu dimainkan di awal laga bersama Coquelin, mereka pernah bersamaan, Xhaka bertanggung jawab, ia sering bermain berlama-lama dengan bola, melihat rekan-rekannya yang kosong dan kadang kala, jika pertahanan lawan longgar, ia ngeshoot jarak jauh. Ini justru sebuah keniscayaan bagi pemain Swiss itu. Bilamana di pertandingan pertama melawan Liverpool melakukan banyak pelanggaran, ah itu cuma bawaanya saja, match panas.
3. Santi Cazorla
Ini dia, satu-satunya pemain yang kita rindukan pada tahun lalu. Lepas sembuh dari cideranya, kebangetan jika Wenger tidak memilih dia sebagai starter mengisi post Ramsey yang (kembali) cidera. Dengan adanya Cazorla, menurut saya, kita akan sedikit menuai kepercayaan kepadanya. Bagaimana dia mengatur tempo permainan, menyodorkan bola datar, meliak-liuk ke pertahanan musuh. Pass sekali untuk kita tunggu.
4. Chuba Akpom
Sisi kiri Alexis Sanchez dan sisi kanan Theo Walcott. Tidak ada gunanya sama sekali memainkan pemain Chile itu, apalagi memainkan pemain bernomor 14 sebagai striker. Dua-duanya lebih ngeh berada di sisi permainan--mengandalkan skill individu dan speed.
Olivier Giroud, jika ia masih beristirahat usai Euro 2016. Striker lebih leluasa diberikan kepada Chuba Akpom. Esensinya, ia akan aktif membantu penyerangan dan menjemput bola. Headernya tidak perlu di khawatirkan.
***
Selebihnya tidak ada pemain yang di ubah lagi. Jadi begini kira-kira starting line-up yang saya inginkan.
Petr Cech; Bellerin, Rob-Holding, Koscielny, Monreal; Granit Xhaka, Coquelin, Santi; Alexis Sanchez, Theo Walcott, Chuba Akpom.
Dan semua ini teman-teman, tergantung dari kepekaan Wenger.
#COYG