Mengapa Harus Bereksperimen Wenger?

Wenger vs Olympiacos
 Mengumpulkan point 0 dari 2 pertandingan Liga Champions adalah hasil yang sangat buruk. Perihal lawan selanjutnya yakni Bayern Munich yang sedang memimpin di Grup F dengan koleksi 6 points, sedangkan Zagreb dan Olympiacos sudah mendapatkan 3 points. Kendati demikian, Arsenal wajib memenangkan sisa-sisa pertandingan tersebut agar lolos ke babak 16 besar. Itung-itungan saja, jika kalah (lagi) kemungkinan pasukan Arsene Wenger bisa saja tersingkir dari ajang ini. Namun, pria berkebangsaan prancis itu belum menyatakan mundur dalam kompetisi. “Kami harus tetap berpikir bahwa kami masih mampu bersaing dengan Zagreb dan Olympiacos dan belum keluar dari kompetisi ini," Pungkasnya seperti yang dikutip dari situs resmi klub"

  Begitulah Wenger yang hobinya bereksperimen. Sedikit teori, kata "eksperimen" berasal dari bahasa latin "eksperimentum" yang memiliki arti "percobaan, pengujian, bukti". Ketika laga pertama melawan Dinamo Zagreb, The Professor, nama julukan Arsene Wenger, memberikan kepercayaan kepada Mathieu Debuchy untuk mengisi posisi sebelah kanan pertahanannya. Padahal, pertandingan sebelumnya dia memasang Hector Bellerin ketika timnya berhasil mengalahkan Stoke City di gameweek ke 5 Liga Inggris. Arsenal tunduk dikandang Zagreb dengan skor 2 – 1, salah satu dari dua gol Zagreb dicetak oleh Josip Pivaric pada menit ke 24, dan Anda tau? gol tersebut berawal dari kesalahan Debuchy yang entah kemana saat itu. Satu pertanyaan: Bukankah memasang pemain bernomor 2 tersebut sebuah eksperimen dari Wenger? Ya, Sebuah percobaan yang fatal.

  Menilik match kedua Liga Champions, Arsenal bertemu dengan Olympiacos. Club asuhan Marco Silva itu berhasil memetik 3 point dari Eimartes Stadium, nama stadion Arsenal. Patut di syukuri, Club berjuluk The Gunners itu tidak memainkan Debuchy lagi. Wenger menyimpan pemain berkebangsaan Prancis itu di bangku cadangan. Namun, mengapa bisa kalah? Ya, Semua mata tersorot kepada David Ospina yang melakukan blunder. Terkadang penulis heran, mengapa tidak memainkan Petr Cech? toh, dia, kan, pengalaman dalam ajang liga Champions ini. Mungkin alasan Wenger tidak memainkannya adalah takutnya Cech kecapean. Atau efektifnya untuk membagi waktu bermain kepada kedua kipernya. Namun, dalam kekalahannya, Arsene Wenger tidak menyalahkan kiper berkebangsaan Columbia tersebut. "Menyalahkan orang itu perkara mudah. Ospina bermain di 19 laga musim lalu, bisa 14 kali clean sheets," Ucapnya (30/09/15). "Minggu lalu, di Tottenham, ia menjalani laga yang fantastis. Tak ada kiper yang tak membuat kesalahan, Petr Cech juga bisa melakukan kesalahan. Semua itu bagian dari pekerjaan," tandasnya, dikutip dari situs FourFourTwo.
 Sebetulnya dalam bereksperimen boleh-boleh saja. Ketika dalam satu tim ada yang cidera, pelatih pasti akan segera memikirkan starting line up yang baru. Tapi sayangnya, bagi Arsene Wenger selalu bernasib sial. Tapi tidak selamnya sial, bereksperimen itu sifatnya relatif. Kadang sukses, kadang gagal.

  Usut demi usut, Wenger memberikan pernyataan tentang mengapa dia rajin bereksperimen atau merotasi anak asuhnya. "Kami tak bisa memilih tim dengan membuat poling terlebih dulu sebelum laga dan mendapatkan pendapat dari semua orang" Ucapnya. "Kami memainkan banyak laga. Karena itulah kami melakukan rotasi, tim lain juga melakukannya. Anda tak bisa bermain tiap tiga hari sekali tanpa merotasi pemain Anda. Itu adalah faktanya dan Anda harus menerimanya," tandasnya dikutip dari situs FourFourTwo (30/09/15)

  Terkait kekalahan Arsenal tersebut, Olympiacos untuk pertama kalinya memenangkan pertandingan dalam 12 kali kunjungannya ke Inggris dan menjadi tim Yunani pertama yang mencetak 3 gol di dataran Inggris. Selamat!

  Untuk Wenger, silahkan saja bereksperimen sesuai keinginanmu, toh anda kan Manager. Dan satu catatanya: ASAL BEREKSPERIMENNYA BENER!

Penulis: Akun @aaridwan16